Selasa, 11 November 2014

Contoh text descriptive



Name : Fina Zakiyah
NIM  : 13150046

Decriptive text

Identification: Ki hajar dewantara is one of a education national figure who born in Yogyakarta at  second of may 2014. He was born with name Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. He died at  april 26th 1959, when his age is sixty nine years old.
Description : He is very diligent and energetic in organization social politics. Be known as activist movement independence of Indonesia, columnist, and pioner education for indigen community of Indonesia since period colony Belanda. Specific characteristic authoritarian ki hajar dewantara who confessed by coleage. He famous hard but not crude. Not only when stand at attention. In physical ki hajar dewantara have boldness which nonplus there in a event of general meeting in field “Ikada”.
 Description : Ki hajar dewantara is figure who stuggle for the sake of advancement and movement of Indonesia. He is the founder of taman siswa. Now, her birth commemorated in Indonesia as national education day. Part of motto “tut wuri handayani” become a slogan in Departement of national education. His name used as one of name ship war “KRI Ki hajar Dewantara”.


1.     What is text about? The text is about descriptive text
2.    What is Tense use? Example! Tense is simple present tense, example : He is very diligent and energetic in organization social politics
3.    Why do you choose it? Because, to describe something I have to choose a descriptive text.
4.    When did you get it? At Sunday, September 9ne 2014
5.    What do you think of figure? I amazed him so much. Although, he was born from circles of palace, but he want push forward indigen community with study knoeledge so much
.

Sejarah Perkembangan Ilmu nahwu dan Sharaf



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
linguistik adalah studi bahasa manusia secara ilmiah. Dengan mempelajari linguistik berarti kita mempelajari teori bahasa pada umumnya dan bukan teori bahasa tertentu. Dengan mempelajari linguistik kita bisa memahami keterangan tentang objeknya, tataran-tatarannya, struktur bahasanya, sejarahnya, dan teori tentang aliran yang berkembang dalam linguistik.
Kegiatan berbahasa manusia selain secara lisan juga melalui tulisan. Dalam berbahasa diperlukan berbagai jenis kata yang tentunya memiliki makna yang benar dan dapat dimengerti. Untuk mendapatkan makna yang berbeda dan mudah dimengerti tentunya dilakukan perubahan suatu bentuk (asal) kata menjadi bermacam-macam bentuk. Tanpa perubahan bentuk ini, maka kata yang berbeda tidak akan terbentuk. Untuk dapat lebih memahami perubahan bentuk, dapat dipelajari melalui ilmu tata bahasa yang menyelidiki bentuk kata dan perubahan-perubahannya. Yang sering disebut “Shorof” dalam linguistic yakni ”Morfologi” . Begitu pula dengan ilmu tata bahasa yang mempelajari seluk beluk kata, frasa, klausa, kalimat, dan wacana. Yang sering disebut “Nahwu” atau dalam kajian linguistic yakni “Sintaksis”.
 Melalui makalah ini, penyaji akan membahas kajian mengenai sejarah, perubahan bentuk kata dan bentuk bahasa yang terkecil yang menyelidiki bentuk kata dan perubahannya- perubahanya.  
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana sejarah perkembangan ilmu nahwu dan Shorof?
2.      Jelaskan pengertian ilmu nahwu!
3.      Jelaskan pengertian ilmu Shorof!
1.3 TUJUAN MAKALAH
1.      Mengetahui perkembangan ilmu nahwu dan Shorof.
2.      Memahami penjelasan tentang ilmu nahwu
3.      Memahmi penjelasan tentang ilmu Shorof.
BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian  Ilmu Sharaf
Sharaf (الصرف) menurut lughot adalah perubahan atau perpindahan, sedangkan menurut Istilah sharaf berarti ilmu yang dipelajari untuk mengetahui perubahan-perubahan bentuk kata yang bukan dari segi I'robnya, seperti mengetahui shahihnya, mudho'af atau ber'illatnya suatu kata dan gejala-gejalanya, baik berupa terjadinya pergantian, pemindahan, pembuangan atau perubahan syakal karena menghendaki ma’na yang dituju.[1]
Menurut Al-Ghulayayni, Sharaf adalah kaidah-kaidah yang menjelaskan kepada kita tentang bagaimana seharusnya keadaan kata-kata sebelum tersusun dalam kalimat.
Menurut Amin Ali as-Sayyid, pengertian ilmu sharaf ada 2 macam. Pertama, perubahan kata kepada bentuk yang berbeda untuk menyesuaikan jenis maknanya, seperti tashghir, taksir, tastniyah, jama’. Kedua, perubahan kata dari asal letaknya dengan tujuan lain dan tidak mengubah makna, seperti i’lal.
Sedangkan menurut Ali Bahauddin Bukhdud, ilmu sharaf adalah perubahan pada bentuk kata karena ada tujuan dalam segi makna maupun lafadz. Yang dimaksud dengan perubahan kata di sini adalah bentuk yang tertulis dari harakat, sukun, jumlah huruf, dan urutan huruf.
Dengan demikian, dapat kita pahami bahwa ilmu sharaf adalah suatu kajian mengenai perubahan kata karena ada perbedaan tujuan dari segi lafadz maupun makna.
Menurut KH. Ahmad Warson Munawwir shorof sebagai cabang ilmu bahasa Arab mula-mula disusun dan dikembangkan oleh orang 'ajam (non Arab). Pengembangan ini dimaksudkan untuk memberi bekal bagi orang 'ajam bukan penutur asli (ghoiru nathiqin) agar dapat mempelajari dan kemudian mempelajari bahasa Arab. Bersama dengan nahwu dan ilmu-ilmu lainnya seperti Arudl, Balaghoh, dan ilmu-ilmu bahasa Arab lainnya, shorof terbukti mampu menjadi ilmu alat penguasa bahasa Arab, baik bagi orang-orang 'ajam , maupun bagi orang-orang Arab yang belum baik dalam bahasa Arab (a 'jam).

Ruang lingkup Ilmu Sharaf
Ruang lingkup ilmu sharaf terbagi menjadi lima komponen :
1.      Perubahan bentuk-bentuk kata, dari kata kerja benda menjadi sebaliknya. Seperti perubahan dari fi'il madhi menjadi fi'il mudhori', masdar, isim fa'il, isim maf'ul, isim makan, isim zaman dan alat. Perubahan seperti ini disebut tashrif istilahi.
2.      Perubahan bentuk bentuk kata, sesuai dhomir, dan kuantitas volume atau isi yang dikandungnya. Seperti kata benda yang berjumlah satu menjadi dua atau tiga buah. Atau kata kerja yang disesuaikan oleh pelaku apakah mudzakkar atau mu'annats dan jumlah pelaku. Perubahan seperti ini disebut tashrif lughowi.
3.      Penggantian, pembuangan, dan pemindahan, salah satu huruf pada sebuah kata atau juga penambahan.
4.      Sebuah syakal (harakat) yang terjadi pada suatu kata. Dalam sharf, perubahan syakal ini hanya terjadi pada selain syakal yang terakhir dalam sebuah kata. Jadi, sharf tidak membahas syakal terakhir pada suatu kata.
5.      Sifat pada sebuah kata, diantaranya :
-          Shahih-nya : yakni sebuah kata terbebas dari huruf 'illat.
-          Mudho'af-nya : yakni terdapat huruf ganda yang berjejer pada suatu kata.
-          Ke-'illat-annya : yakni terdapat huruf 'illat pada suatu kata. Huruf 'illat hanyaada tiga yaitu : ا, و, ي [2]

Manfaat mempelajari ilmu sharaf dalam ilmu bahasa
·         Mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab serta memahami dengan benar makna kata-kata  itu.
·         Mampu membuat kata tertentu sesuai makna yang diinginkan
·         Mengetahui bentuk asal kata
·          Mengetahui huruf-huruf tambahan
·         Mengetahui ibdal
·         Mengetahui i’lal
·          Mengetahui idgham

Metode Penelitian Ilmu Sharaf
Metode penelitian ilmu sharaf lebih memfokuskan pada perubahan bentuk kata. Metode penelitian ini meliputi bentuk wazan, isytiqaq, men-syakal kosakata, i’lal, dan analisa huruf tambahan.[3]
·         Bentuk Wazan
Segala perubahan dalam ilmu sharaf bermula dari satu wazan, yakni fa’ala (فعل), yang selalu sama antara wazan dan mawzunnya, baik berupa harakat dan sukunnya. Tiga huruf dalam wazan tersebut dipenggal lagi menjadi fa fi’il, ‘ain fi’il, dan lam fi’il. Wazan tersebut akan terus berkembang seiring perubahan makna dan lafadznya.
·         Isytiqaq
Isytiqaq adalah asal-usul kata. Yang dimaksud dengan asal-usul kata di sini adalah menjadikan suatu kata dari kata yang lain karena ada hubungan makna antara keduanya.
·         Mensyakal Kosakata
Dalam kajian ilmu sharaf dibutuhkan pensyakalan huruf-huruf dalam setiap kata dan mengidentifikasi bentuknya, tanpa memperhatikan syakal huruf akhir, karena mengetahui harakat akhir kata termasuk dalam ranah kajian ilmu nahwu.
Adapun harakat yang ‘dilegalkan; dalam ilmu sharaf adalah fathah, dlammah, kasrah, dan sukun yang bersandar kepada ketiganya.
·         I’lal
Kajian ilmu sharaf tidak akan terlepas dari i’lal. I’lal adalah perubahan kata-kata yang di dalamnya terdapat huruf ‘illat. Kebanyakan i’lal terjadi ketika bentuk kata berupa ajwaf
·         Analisa Huruf Tambahan
Menurut para ahli sharaf, huruf tambahan terdiri dari ‘am dan khash. Segala tambahan yang masih dalam tataran asal bentuk kata disebut dengan ‘am. Adapun huruf tambahan yang khash terdiri dari 10 huruf, yang populer dengan istilah أويسا هل تنم atau سألتمونيها.

Adapun huruf tambahan pada suatu kata terbagi dalam tiga macam:
1.      Kata tersebut terdiri lebih dari tiga huruf dari asal bentuk kata.
2.      Huruf tambahan disebabkan adanya penumpukan (dobel) huruf asli dalam kata.
3.      Huruf tambahan dengan satu huruf atau lebih bukan dari asal kata.

KESIMPULAN
Ilmu sharaf adalah suatu kajian mengenai perubahan kata karena ada perbedaan tujuan dari segi lafadz maupun makna.
Bidang kajian ilmu sharaf meliputi perubahan bentuk-bentuk kata dari kata kerja benda menjadi sebaliknya, perubahan bentuk bentuk kata sesuai dhomir, penggantian, pembuangan, dan pemindahan salah satu huruf pada sebuah kata, sebuah syakal (harakat) yang terjadi pada suatu kata, dan sifat pada sebuah kata berupa shahih-nya, mudho'af-nya, dan ke-'illat-annya.




[1] Drs. H.A Idhoh Anas, M.A, Ilmu Sharaf Lengkap, (Pekalongan: Al-Asri, 2007), hlm. 3
[2] Drs. H.A. Idhoh Anas, M.A, Ilmu Shorof Lengkap, (Pekalongan: Al-Asri, 2007), hlm.2
[3] Dr. Amin Ali as-Sayyid, Fi Ilmi as-Sharfi, (Mesir: Darul Ma’arif, 1976), hlm. 20-31.