BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
linguistik
adalah studi bahasa manusia secara ilmiah. Dengan mempelajari linguistik
berarti kita mempelajari teori bahasa pada umumnya dan bukan teori bahasa
tertentu. Dengan mempelajari linguistik kita bisa memahami keterangan tentang
objeknya, tataran-tatarannya, struktur bahasanya, sejarahnya, dan teori tentang
aliran yang berkembang dalam linguistik.
Kegiatan berbahasa manusia selain secara lisan juga melalui
tulisan. Dalam berbahasa diperlukan berbagai jenis kata yang tentunya memiliki
makna yang benar dan dapat dimengerti. Untuk mendapatkan makna yang berbeda dan
mudah dimengerti tentunya dilakukan perubahan suatu bentuk (asal) kata menjadi
bermacam-macam bentuk. Tanpa perubahan bentuk ini, maka kata yang berbeda tidak
akan terbentuk. Untuk dapat lebih memahami perubahan bentuk, dapat dipelajari
melalui ilmu tata bahasa yang menyelidiki bentuk kata dan
perubahan-perubahannya. Yang sering disebut “Shorof” dalam linguistic yakni
”Morfologi” . Begitu pula dengan ilmu tata bahasa yang mempelajari seluk beluk
kata, frasa, klausa, kalimat, dan wacana. Yang sering disebut “Nahwu” atau
dalam kajian linguistic yakni “Sintaksis”.
Melalui makalah ini, penyaji akan membahas kajian mengenai sejarah, perubahan
bentuk kata dan bentuk bahasa yang terkecil yang menyelidiki bentuk kata dan
perubahannya- perubahanya.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.
Bagaimana
sejarah perkembangan ilmu nahwu dan Shorof?
2.
Jelaskan
pengertian ilmu nahwu!
3.
Jelaskan
pengertian ilmu Shorof!
1.3 TUJUAN MAKALAH
1. Mengetahui perkembangan
ilmu nahwu dan Shorof.
2. Memahami penjelasan
tentang ilmu nahwu
3. Memahmi penjelasan tentang
ilmu Shorof.
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Ilmu Sharaf
Sharaf (الصرف) menurut lughot adalah perubahan atau perpindahan,
sedangkan menurut Istilah sharaf berarti ilmu yang dipelajari untuk mengetahui
perubahan-perubahan bentuk kata yang bukan dari segi I'robnya, seperti mengetahui
shahihnya, mudho'af atau ber'illatnya suatu kata dan gejala-gejalanya, baik berupa terjadinya
pergantian, pemindahan, pembuangan atau perubahan syakal karena menghendaki
ma’na yang dituju.
Menurut Al-Ghulayayni, Sharaf adalah
kaidah-kaidah yang menjelaskan kepada kita tentang bagaimana seharusnya keadaan
kata-kata sebelum tersusun dalam kalimat.
Menurut Amin Ali as-Sayyid, pengertian ilmu sharaf ada 2 macam. Pertama,
perubahan kata kepada bentuk yang berbeda untuk menyesuaikan jenis maknanya,
seperti tashghir, taksir, tastniyah, jama’. Kedua,
perubahan kata dari asal letaknya dengan tujuan lain dan tidak mengubah makna, seperti
i’lal.
Sedangkan menurut Ali Bahauddin Bukhdud, ilmu sharaf adalah perubahan pada bentuk kata
karena ada tujuan dalam segi makna maupun lafadz. Yang dimaksud dengan
perubahan kata di sini adalah bentuk yang tertulis dari harakat, sukun,
jumlah huruf, dan urutan huruf.
Dengan demikian, dapat kita pahami bahwa ilmu
sharaf adalah suatu kajian mengenai perubahan kata karena ada perbedaan tujuan
dari segi lafadz maupun makna.
Menurut
KH. Ahmad Warson Munawwir shorof sebagai cabang ilmu bahasa Arab mula-mula
disusun dan dikembangkan oleh orang 'ajam (non Arab). Pengembangan ini
dimaksudkan untuk memberi bekal bagi orang 'ajam bukan penutur asli (ghoiru
nathiqin) agar dapat mempelajari dan kemudian mempelajari bahasa Arab.
Bersama dengan nahwu dan ilmu-ilmu lainnya seperti Arudl, Balaghoh, dan
ilmu-ilmu bahasa Arab lainnya, shorof terbukti mampu menjadi ilmu alat penguasa
bahasa Arab, baik bagi orang-orang 'ajam , maupun bagi orang-orang Arab
yang belum baik dalam bahasa Arab (a 'jam).
Ruang lingkup
Ilmu Sharaf
Ruang lingkup ilmu sharaf terbagi
menjadi lima komponen :
1.
Perubahan
bentuk-bentuk kata, dari kata kerja benda menjadi sebaliknya. Seperti perubahan
dari fi'il madhi menjadi fi'il mudhori', masdar, isim fa'il, isim maf'ul, isim
makan, isim zaman dan alat. Perubahan seperti ini disebut tashrif istilahi.
2.
Perubahan
bentuk bentuk kata, sesuai dhomir, dan kuantitas volume atau isi yang
dikandungnya. Seperti kata benda yang berjumlah satu menjadi dua atau tiga
buah. Atau kata kerja yang disesuaikan oleh pelaku apakah mudzakkar atau
mu'annats dan jumlah pelaku. Perubahan seperti ini disebut tashrif lughowi.
3.
Penggantian,
pembuangan, dan pemindahan, salah satu huruf pada sebuah kata atau juga
penambahan.
4.
Sebuah syakal
(harakat) yang terjadi pada suatu kata. Dalam sharf, perubahan syakal ini hanya
terjadi pada selain syakal yang terakhir dalam sebuah kata. Jadi, sharf tidak
membahas syakal terakhir pada suatu kata.
5.
Sifat pada
sebuah kata, diantaranya :
-
Shahih-nya :
yakni sebuah kata terbebas dari huruf 'illat.
-
Mudho'af-nya :
yakni terdapat huruf ganda yang berjejer pada suatu kata.
-
Ke-'illat-annya
: yakni terdapat huruf 'illat pada suatu kata. Huruf 'illat hanyaada tiga yaitu
: ا, و, ي
Manfaat
mempelajari ilmu sharaf dalam ilmu bahasa
·
Mampu
mengenali kata-kata dari bahasa arab serta memahami dengan benar makna
kata-kata itu.
·
Mampu
membuat kata tertentu sesuai makna yang diinginkan
·
Mengetahui bentuk asal kata
·
Mengetahui huruf-huruf tambahan
·
Mengetahui ibdal
·
Mengetahui i’lal
·
Mengetahui idgham
Metode
Penelitian Ilmu Sharaf
Metode penelitian ilmu
sharaf lebih memfokuskan pada perubahan bentuk kata. Metode penelitian ini
meliputi bentuk wazan, isytiqaq, men-syakal kosakata, i’lal,
dan analisa huruf tambahan.
· Bentuk Wazan
Segala
perubahan dalam ilmu sharaf bermula dari satu wazan, yakni fa’ala
(فعل), yang selalu sama antara wazan dan
mawzunnya, baik berupa harakat dan sukunnya. Tiga huruf
dalam wazan tersebut dipenggal lagi menjadi fa fi’il, ‘ain
fi’il, dan lam fi’il. Wazan tersebut akan terus berkembang
seiring perubahan makna dan lafadznya.
· Isytiqaq
Isytiqaq adalah asal-usul kata. Yang dimaksud dengan
asal-usul kata di sini adalah menjadikan suatu kata dari kata yang lain karena
ada hubungan makna antara keduanya.
· Mensyakal Kosakata
Dalam
kajian ilmu sharaf dibutuhkan pensyakalan huruf-huruf dalam setiap kata
dan mengidentifikasi bentuknya, tanpa memperhatikan syakal huruf akhir,
karena mengetahui harakat akhir kata termasuk dalam ranah kajian ilmu
nahwu.
Adapun
harakat yang ‘dilegalkan; dalam ilmu sharaf adalah fathah, dlammah,
kasrah, dan sukun yang bersandar kepada ketiganya.
· I’lal
Kajian
ilmu sharaf tidak akan terlepas dari i’lal. I’lal adalah
perubahan kata-kata yang di dalamnya terdapat huruf ‘illat. Kebanyakan i’lal
terjadi ketika bentuk kata berupa ajwaf
· Analisa Huruf Tambahan
Menurut
para ahli sharaf, huruf tambahan terdiri dari ‘am dan khash.
Segala tambahan yang masih dalam tataran asal bentuk kata disebut dengan ‘am.
Adapun huruf tambahan yang khash terdiri dari 10 huruf, yang populer
dengan istilah أويسا
هل تنم atau سألتمونيها.
Adapun
huruf tambahan pada suatu kata terbagi dalam tiga macam:
1. Kata tersebut terdiri lebih dari tiga huruf dari
asal bentuk kata.
2. Huruf tambahan disebabkan adanya penumpukan
(dobel) huruf asli dalam kata.
3. Huruf tambahan dengan satu huruf atau lebih bukan
dari asal kata.
KESIMPULAN
Ilmu sharaf adalah suatu
kajian mengenai perubahan kata karena ada perbedaan tujuan dari segi lafadz
maupun makna.
Bidang kajian ilmu sharaf
meliputi perubahan bentuk-bentuk kata dari kata kerja benda menjadi sebaliknya,
perubahan bentuk bentuk kata sesuai dhomir, penggantian, pembuangan, dan
pemindahan salah satu huruf pada sebuah kata, sebuah syakal (harakat) yang
terjadi pada suatu kata, dan sifat pada sebuah kata berupa shahih-nya, mudho'af-nya,
dan ke-'illat-annya.